Malang (beritajatim.com) – Tim dari Universitas Negeri Malang (UM) mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Gedangan, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang. Kegiatan ini melibatkan dosen, mahasiswa, dan alumni UM yang bekerja sama dengan mitra UMKM di Gedangan.
Kegiatan pengabdian ini dipimpin oleh Dr. Karkono, S.S., M.A. bersama anggota tim lainnya, yakni Andika Bagus, Moch. Syahri, dan Rully Aprilia Z. Turut terlibat juga mahasiswa dan alumni UM seperti Ihtiar Rizqi Rahmatullah, Ayu Anggraini, Atiris Silmi, Fadhila Wahyu Putri, Firdausi Ramadhan, Eldiana Yanuar Anisa Putri, dan Ayu Dwi Rahmawati.
Mereka menawarkan solusi berupa teknologi tepat guna dengan integrasi mesin mixer kue. Program pengabdian ini bertajuk Inkulturasi Teknologi Tepat Guna Melalui Integrasi Mesin Mixer Kue dan Hasil Panen Pisang Dalam Meningkatkan Regional Business Income Krajan Kidul, Kabupaten Malang.
Ketua tim pengabdian, Dr. Karkono, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing dan produktivitas UMKM di Desa Gedangan dengan memberikan bantuan mesin mixer.
“Desa Gedangan, yang terletak di lereng Gunung Semeru, merupakan surga bagi pecinta pisang. Desa ini dikenal sebagai penghasil pisang terbesar di Malang Selatan, dengan berbagai varietas seperti pisang kepok, cavendish, ambon, dan barangan,” kata Karkono.
Setiap tahun, Desa Gedangan menghasilkan panen pisang yang melimpah dan didistribusikan ke berbagai wilayah di Jawa Timur. Berbagai olahan pisang seperti sale pisang, jenang pisang, dan pisang bakar menjadi produk khas desa ini.
“Namun, UMKM sering mengalami kendala dalam memenuhi permintaan pasar akibat keterbatasan kuantitas produksi. Ini menjadi hambatan bagi mereka untuk berkembang dan mencapai potensi maksimal,” lanjut Karkono.
Program pengabdian ini dilaksanakan dari Juni hingga Agustus 2024 dan terdiri dari tiga tahapan: Pra-Kegiatan, Kegiatan, dan Pasca Kegiatan.
“Pra-Kegiatan dimulai dengan survei dan pendataan UMKM, membentuk tim pengabdian, menyusun proposal kegiatan, mencari sumber dana, dan mempersiapkan mesin,” ungkap dosen Departemen Bahasa Indonesia Fakultas Sastra UM ini.
Pelaksanaan kegiatan mencakup perkenalan tim pengabdian dengan mitra UMKM, penyerahan mesin, dan pelatihan penggunaan serta perawatan mesin. Pasca kegiatan meliputi monitoring dan evaluasi, pembuatan laporan kegiatan, dan publikasi informasi melalui media massa.
Karkono menjelaskan bahwa tujuan dari program ini adalah meningkatkan produktivitas dan efisiensi UMKM melalui pengurangan waktu dan tenaga kerja yang dibutuhkan, serta meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan.
“Kami berupaya meningkatkan daya saing UMKM agar mampu memenuhi permintaan pasar dengan lebih cepat dan tepat waktu, serta bersaing dengan perusahaan yang lebih besar. Selain itu, diharapkan dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan UMKM melalui peningkatan keuntungan dari penjualan produk,” jelasnya.
Kegiatan ini juga diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dengan meningkatkan produktivitas dan efisiensi UMKM. Peningkatan jumlah barang yang dihasilkan akan meningkatkan permintaan terhadap bahan baku dan tenaga kerja lokal, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Anggota tim PKM UM, Andika Bagus, menambahkan bahwa mesin mixer ini diharapkan dapat membantu UMKM dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas produk mereka sehingga bisa bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
“Kami ingin membantu UMKM di Desa Gedangan untuk meningkatkan taraf hidup mereka melalui peningkatan usaha. Selain memberikan bantuan mesin, kami juga memberikan pelatihan tentang cara menggunakan dan merawat mesin dengan baik,” ujar Andika Bagus.
Pemilik UMKM, Lasiyem, mengaku sangat senang dengan bantuan dan pelatihan yang diberikan oleh tim pengabdian UM. Ia berharap, dengan peningkatan produksi ini, dapat menjangkau lebih banyak pelanggan dan meningkatkan omset usahanya.
“Bantuan mesin mixer ini sangat membantu kami dalam meningkatkan produksi. Semoga setelah menggunakan mesin ini, saya bisa memenuhi pesanan pasar,” ungkap Lasiyem. (dan)

