Malang (beritajatim.com) – Suatu inisiatif yang bernuansa kultural dan penuh makna, Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, menggelar Tasyakuran Sekuat Jati (Seribu Kupat Jatimulyo). Acara yang diadakan di Kantor Kelurahan Jatimulyo tersebut merupakan wujud pelestarian budaya dan silaturahmi dalam suasana halalbihalal.
Tasyakuran Sekuat Jati diawali dengan kehadiran langsung Penjabat (Pj) Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat. Sebagai perwakilan tertinggi Pemerintah Kota Malang, ia hadir dan turut serta merasakan kenikmatan ketupat bersama warga.
Dalam momentum tersebut, seribu ketupat disediakan secara cuma-cuma, menjadi simbol pertemuan dan keharmonisan. Tak hanya itu, terdapat juga bazar UMKM yang menawarkan beragam produk kuliner, kerajinan, dan fesyen.
Acara ini juga ditandai dengan pembentukan Paguyuban UMKM Joyo Jatimulyo, KIM Jati, RW Tangguh, dan Kelurahan Tangguh, yang kemudian disusul dengan penanaman pohon sebagai simbol keberlanjutan.
Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengungkapkan apresiasi yang tinggi terhadap Tasyakuran Sekuat Jatimulyo yang menggabungkan seni budaya dan UMKM. Antusiasme masyarakat yang luar biasa juga menjadi sorotan tersendiri.
“Kegiatan ini sangat mengagumkan karena tidak hanya memikat, namun juga mengangkat kekayaan budaya Nusantara, sesuatu yang sangat menarik bagi masyarakat masa kini,” ujar Wahyu.
Dengan memperhatikan antusiasme masyarakat dan kesuksesan penyelenggaraan, Pj. Wali Kota Malang mendorong Camat Lowokwaru untuk mengadakan acara serupa secara berkala.
Wahyu menambahkan bahwa dari acara ini terbuka banyak potensi yang bisa ditingkatkan, seperti dalam bidang kuliner dan produk UMKM lainnya.
“Terlebih lagi, di Jatimulyo, terdapat banyak anak muda kreatif yang dapat terlibat dalam pengembangan ini. Dengan penyelenggaraan rutin, para mahasiswa milenial ini dapat memainkan peran penting dalam menggali dan mengembangkan potensi Kelurahan Jatimulyo sehingga lebih dikenal secara luas,” tambahnya.
Ketua Pelaksana Sekuat Jati, Arif Subandi, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk tasyakuran untuk mendoakan kesehatan dan kesuksesan bagi masyarakat Jatimulyo. Selain itu, acara ini juga menjadi momen halalbihalal yang mengenalkan potensi UMKM dan seni budaya di Jatimulyo kepada masyarakat luas. (mis/ted)

