Malang (beritajatim.com) – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Malangkuçeçwara berkomitmen untuk mendukung kemajuan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Malang dengan menggelar pelatihan pemasaran digital. Inisiatif ini merupakan bagian dari program Pengabdian Masyarakat Pemula (PMP) yang dilakukan oleh tim dosen STIE Malangkuçeçwara.
Tim dosen yang terlibat dalam program ini dipimpin oleh Dr. Darti Djuharni, M.Si, dengan anggota tim Dr. Sonhaji, M.Si, dan Dr. Hanif Mauludin, M.Si. Program PMP ini menerima dukungan dana dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek).
Dr. Darti Djuharni, Ketua Tim PMP, menjelaskan bahwa pelatihan ditujukan kepada komunitas UMKM di sekitar kampus STIE Malangkuçeçwara. Dia mengungkapkan, “Selama ini kami melihat bahwa para pelaku UMKM di wilayah ini masih lemah dalam hal pemasaran digital, yang pada gilirannya memengaruhi penjualan mereka. Pencatatan dan administrasi bisnis juga terbilang lemah. Padahal, pencatatan ini sangat penting dalam mendukung kemajuan UMKM.”
Menurut Darti, pencatatan aktivitas bisnis merupakan langkah kunci untuk merencanakan masa depan. Oleh karena itu, tim dosen memberikan materi tentang pemasaran digital yang sesuai dengan tema kegiatan, yaitu peningkatan penjualan melalui digital marketing. Selain itu, para peserta juga menerima pelatihan dalam pengelolaan usaha, terutama dalam bidang pencatatan.
Darti menambahkan, “Kami memberi peluang kepada pelaku UMKM untuk menentukan materi pelatihan yang mereka butuhkan untuk pengembangan bisnis mereka. Ini adalah langkah untuk meningkatkan pengetahuan dan kompetensi pelaku UMKM agar mereka dapat meningkatkan omset bisnis mereka.”
Selain materi pelatihan, tim dosen juga melakukan kuesioner dan Forum Group Discussion (FGD) bersama para pelaku UMKM untuk memahami kebutuhan mereka.
Dra. Siti Munfaqiroh, MSi, Ketua LPPM STIE Malangkuçeçwara, menjelaskan bahwa acara ini diadakan untuk memberikan pelatihan kepada UMKM, termasuk UMKM Mbois dari Belimbing, kota Malang. Acara pelatihan mencakup berbagai aspek bisnis.
“Kami sangat senang dapat mendampingi UMKM Mbois dari Belimbing. Kami telah melakukan berbagai pendampingan sesuai dengan kebutuhan mereka, termasuk digitalisasi produk mereka, pelatihan pembuatan bakery dan pastry, serta pencatatan laporan keuangan, serta pemanfaatan marketplace,” ungkap Siti Munfaqiroh.
Tak hanya melibatkan pelaku UMKM, acara ini juga mengundang mahasiswa darmasiswa dari Mesir, Amerika Serikat, dan Jepang. Mahasiswa tersebut membagikan pengalaman mereka tentang penggunaan marketplace yang umum digunakan di negara asal mereka. (dan/ian)

