Lumajang (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, terus berupaya memperkuat ketahanan pangan di wilayahnya dengan memberikan bantuan sebanyak 3,5 ton bibit bawang merah kepada Poktan Dewi Sri. Bibit bawang merah ini akan ditanam di lahan seluas 3,5 hektare di Desa Sukosari, Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang.
Kepala Bidang Hortikultura Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lumajang, Hendra Suwandaru, menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diberikan oleh Pemkab Lumajang. Bibit bawang merah yang disediakan adalah varietas biru lancur.
Tidak hanya bibit, petani di Desa Sukosari juga mendapatkan bantuan pupuk, fungisida sebanyak 15 kilogram, dan pupuk vertila sebanyak 2 ton. Hal ini bertujuan untuk memberikan dukungan yang komprehensif kepada para petani.
Hendra Suwandaru menegaskan bahwa penanaman bawang merah ini juga memiliki dampak positif dalam menjaga stabilitas harga bawang merah. Harga bawang merah di tingkat petani telah mencapai kisaran Rp15 ribu per kilogram, yang cenderung stabil. Dengan begitu, upaya penanaman bawang merah ini dapat membantu mencegah lonjakan harga dan inflasi.
Kabupaten Lumajang memiliki potensi besar sebagai sentra produksi bawang merah di Jawa Timur. Kondisi tanah dan iklim di Lumajang sangat mendukung untuk pertumbuhan bawang merah yang berkualitas. Dalam rangka meningkatkan nilai jual produk, para petani di Lumajang juga diberikan edukasi untuk mengolah bawang merah menjadi produk olahan seperti bawang goreng.
Dengan langkah-langkah seperti ini, Pemkab Lumajang berharap dapat memperkuat ketahanan pangan dan mendukung kesejahteraan petani di wilayahnya, sambil menjaga stabilitas harga komoditas penting seperti bawang merah. (hdl)

