Tangerang (beritajatim.id) – Di tengah tekanan ekonomi akibat pandemi 2020, sebuah usaha kecil lahir dari garasi rumah dan kini berkembang menjadi UMKM inklusif yang memberi dampak nyata. Manisss Food, yang dirintis oleh Agnes Widya, berhasil membuka peluang kerja bagi puluhan penyandang tunarungu dengan konsep pemberdayaan yang berkelanjutan.
Awalnya, usaha ini dibangun dengan keterbatasan. Agnes yang memiliki latar belakang sebagai pengajar bagi siswa tunarungu melihat kebutuhan mendesak akan akses pekerjaan yang layak bagi mereka. Berangkat dari kepedulian tersebut, ia memulai produksi camilan rumahan dengan melibatkan beberapa orang sebagai langkah awal.
Seiring waktu, produk yang dihasilkan mulai mendapat respons positif dari pasar. Permintaan yang terus meningkat mendorong berkembangnya skala usaha sekaligus membuka kesempatan kerja bagi lebih banyak penyandang disabilitas untuk bergabung.
Kini, Manisss Food tidak hanya dikenal sebagai usaha kuliner rumahan, tetapi juga menjadi simbol UMKM inklusif yang memberikan ruang setara bagi pekerja tunarungu. Para pekerja tidak hanya memperoleh penghasilan, tetapi juga kesempatan untuk mengasah keterampilan dan membangun kemandirian ekonomi.
Agnes Widya menekankan bahwa tujuan utama usaha ini adalah menciptakan kesetaraan dalam dunia kerja. Ia ingin para penyandang tunarungu memiliki akses yang sama untuk berkembang dan berkontribusi, sekaligus membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka.
Dalam operasionalnya, seluruh proses produksi hingga distribusi melibatkan pekerja tunarungu. Mulai dari pembuatan camilan, pengemasan, hingga pengantaran pesanan dilakukan secara mandiri oleh mereka, menunjukkan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berkarya.
Manisss Food menawarkan berbagai produk camilan homemade yang dibuat berdasarkan pesanan untuk menjaga kualitas dan kesegaran. Produk unggulannya meliputi rempeyek dengan berbagai varian seperti kacang tanah, kacang hijau, kedelai, teri, hingga rebon. Selain itu, tersedia juga cheese stick berbahan keju edam, nastar jumbo, makaroni, serta aneka keripik seperti singkong dan pisang.
Berlokasi di kawasan Ciledug, Tangerang, usaha ini melayani pemesanan baik secara langsung maupun daring. Operasional berlangsung setiap Senin hingga Sabtu, mulai pagi hingga sore hari.
Perjalanan Manisss Food menjadi bukti bahwa UMKM tidak hanya berperan sebagai penggerak ekonomi, tetapi juga dapat menjadi ruang inklusif yang mendorong kesetaraan sosial. Dari sebuah garasi sederhana, kini lahir harapan baru bagi puluhan penyandang tunarungu untuk hidup lebih mandiri dan berdaya. (aga)

