Close Menu
ukm.beritajatim.idukm.beritajatim.id
  • Beranda
  • Berita UMKM
  • Directory
    • Agrobisnis
    • Fashion
    • Furnitur
    • Kerajinan dan Souvenir
    • Kesehatan dan Kecantikan
    • Perlengkapan Kantor dan Sekolah
    • Transportasi
    • Sembako
    • Kesehatan
    • Kuliner
  • Pendaftaran
  • Jaringan
    • Beritajatim.com
    • Visual
    • Sastra
    • Beritajatim.ID
    • Pilar.ID
  • Tentang
  • Kontak
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pertamina EP Tarakan Field Promosikan Batik Kubedistik Kaltara di Forum Nasional, Dorong UMKM Disabilitas Naik Kelas
  • Komisi VII DPR Apresiasi Tingginya TKDN Pembangunan IKN, Dorong UMKM Lokal Jadi Bagian Ekosistem Nusantara
  • Komisi VII DPR Desak Perlindungan UMKM di Platform Digital, Soroti Pembekuan Saldo Seller Online
  • Kemenperin Siapkan Program Restart IK, Percepat Pemulihan 3.020 Industri Kecil Terdampak Bencana di Tiga Provinsi
  • PP 20 Tahun 2026 Berlaku, DJP Papabrama Tegaskan Insentif Pajak UMKM Tetap Berlanjut Lebih Tepat Sasaran
  • Penyaluran KUR Tembus Rp147,7 Triliun, Pemerintah Perkuat UMKM Lewat Digitalisasi dan AI
  • Hari UMKM Internasional 2026, Pakar FEB UNAIR Soroti Tantangan SDM hingga Strategi Tembus Pasar Global
  • DPRD Barito Utara Pelajari Strategi Pengembangan UMKM Kota Yogyakarta, Fokus Perluasan Pasar
Facebook X (Twitter) Instagram
ukm.beritajatim.idukm.beritajatim.id
Daftar
  • Beranda
  • Berita UMKM
  • Directory
    • Agrobisnis
    • Fashion
    • Furnitur
    • Kerajinan dan Souvenir
    • Kesehatan dan Kecantikan
    • Perlengkapan Kantor dan Sekolah
    • Transportasi
    • Sembako
    • Kesehatan
    • Kuliner
  • Pendaftaran
  • Jaringan
    • Beritajatim.com
    • Visual
    • Sastra
    • Beritajatim.ID
    • Pilar.ID
  • Tentang
  • Kontak
ukm.beritajatim.idukm.beritajatim.id
Home»Berita»Kemenperin Genjot IKM Furnitur Masuk Pasar Nontradisional di Tengah Dinamika Global
Berita

Kemenperin Genjot IKM Furnitur Masuk Pasar Nontradisional di Tengah Dinamika Global

Agathon Agnar25 November 2025
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Kemenperin dorong IKM furnitur perluas pasar ekspor nontradisional dan siapkan strategi menghadapi dinamika perdagangan global.
Kemenperin dorong IKM furnitur perluas pasar ekspor nontradisional dan siapkan strategi menghadapi dinamika perdagangan global.

Jakarta (beritajatim.id) – Pemerintah terus memperkuat upaya memajukan industri furnitur nasional agar mampu bersaing di pasar global, terutama di tengah dinamika perdagangan internasional yang semakin berubah. Melalui diplomasi, peningkatan kapasitas pelaku industri, dan strategi ekspor yang adaptif, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong industri kecil dan menengah (IKM) furnitur untuk memperluas penetrasi ke pasar nontradisional.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menjelaskan bahwa industri furnitur merupakan sektor hilir padat karya yang memiliki nilai tambah signifikan bagi ekonomi nasional. “Pada triwulan III tahun 2025, sektor ini berkontribusi 0,92 persen terhadap PDB nonmigas,” ujarnya di Jakarta.

Agus menambahkan, nilai ekspor furnitur hingga triwulan II 2025 mencapai USD 0,92 miliar, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Amerika Serikat mencatatkan posisi sebagai pasar terbesar dengan kontribusi 54,6 persen. Industri kerajinan pun menunjukkan kinerja positif, dengan nilai ekspor USD 173,49 juta, tumbuh 9,11 persen secara tahunan.

Ia menilai bahwa potensi kreativitas, kekayaan budaya, dan ketersediaan bahan baku lokal menjadi keunggulan kompetitif Indonesia di pasar global. Namun, perlu strategi jitu untuk menjangkau pasar baru, khususnya negara-negara di Eropa Timur, Timur Tengah, Amerika Latin, India, dan Jepang.

Hadapi Perubahan Global, Kemenperin Perkuat Daya Saing IKM

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita menegaskan pentingnya kesiapan pelaku industri dalam merespons dinamika perdagangan global. Salah satu tantangan paling berat yakni kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat yang mulai berlaku 26 September 2025.

Produk lemari dapur dan meja rias dikenakan tarif 50 persen, sementara furnitur berlapis kain terkena tarif 30 persen. “Kebijakan ini sudah berdampak pada penundaan pesanan dan meningkatnya biaya logistik bagi sejumlah IKM,” jelas Reni.

Merespons kondisi tersebut, Kemenperin membuka peluang pasar alternatif melalui diplomasi dan edukasi standar mutu. Reni menekankan pentingnya pemahaman pelaku IKM terhadap regulasi di negara tujuan, termasuk standar emisi bahan kimia dan penggunaan bahan ramah lingkungan.

Negara-negara seperti Jerman, Belanda, dan Kanada menerapkan aturan ketat terkait emisi VOC, sementara Jepang mensyaratkan sertifikasi ECO Mark, dan Uni Emirat Arab menerapkan standar Dubai Central Laboratory (DCL).

Edukasi dan Kolaborasi untuk Tingkatkan Kualitas Produk

Plt. Direktur IKM Pangan, Furnitur, dan Bahan Bangunan, Yedi Sabaryadi, menyampaikan bahwa Ditjen IKMA menggandeng PT Propan Raya untuk memberikan edukasi peningkatan kualitas finishing furnitur dalam Pameran Mebel dan Kerajinan UMKM se-Jawa Timur di Surabaya pada 13 November 2025.

“Kehadiran Propan membantu IKM memahami kualitas cat yang memenuhi standar ekspor, sehingga daya saing produk meningkat,” ujar Yedi.

Selain edukasi, Kemenperin menyediakan berbagai program pengembangan, antara lain pelatihan SDM, pendampingan produk, hingga fasilitasi sertifikasi kompetensi dan mutu. Untuk mendukung peningkatan kapasitas produksi, pemerintah juga membuka program restrukturisasi mesin/peralatan dengan skema cashback 25–40 persen bagi IKM yang membeli mesin baru.

Ditjen IKMA turut menyediakan layanan teknis permesinan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) serta fasilitasi sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) secara gratis bagi industri skala kecil.

Dukungan Pembiayaan Industri Furnitur

Pemerintah juga menghadirkan skema pembiayaan ramah IKM melalui Kredit Industri Padat Karya (KIPK) bekerja sama dengan Bank Himbara dan BPD. Program ini ditujukan bagi industri furnitur, makanan dan minuman, tekstil, pakaian jadi, kulit, alas kaki, dan mainan anak.

“Melalui KIPK, pemerintah memberikan subsidi bunga 5 persen untuk investasi mesin maupun modal kerja, dengan plafon pembiayaan mulai Rp500 juta hingga Rp10 miliar,” tambah Yedi. (aga)

Agus Gumiwang ekspor furnitur ekspor Indonesia IKM furnitur industri kerajinan industri mebel Kemenperin pasar nontradisional Reni Yanita tarif AS
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Pertamina EP Tarakan Field Promosikan Batik Kubedistik Kaltara di Forum Nasional, Dorong UMKM Disabilitas Naik Kelas

13 Juli 2026

Komisi VII DPR Apresiasi Tingginya TKDN Pembangunan IKN, Dorong UMKM Lokal Jadi Bagian Ekosistem Nusantara

11 Juli 2026

Komisi VII DPR Desak Perlindungan UMKM di Platform Digital, Soroti Pembekuan Saldo Seller Online

3 Juli 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita UMKM

Pertamina EP Tarakan Field Promosikan Batik Kubedistik Kaltara di Forum Nasional, Dorong UMKM Disabilitas Naik Kelas

13 Juli 2026

Komisi VII DPR Apresiasi Tingginya TKDN Pembangunan IKN, Dorong UMKM Lokal Jadi Bagian Ekosistem Nusantara

11 Juli 2026

Komisi VII DPR Desak Perlindungan UMKM di Platform Digital, Soroti Pembekuan Saldo Seller Online

3 Juli 2026

Kemenperin Siapkan Program Restart IK, Percepat Pemulihan 3.020 Industri Kecil Terdampak Bencana di Tiga Provinsi

2 Juli 2026
© 2026 UKM BERITAJATIM.COM
  • Beranda
  • Berita UMKM
  • Directory
    • Agrobisnis
    • Fashion
    • Furnitur
    • Kerajinan dan Souvenir
    • Kesehatan dan Kecantikan
    • Perlengkapan Kantor dan Sekolah
    • Transportasi
    • Sembako
    • Kesehatan
    • Kuliner
  • Pendaftaran
  • Jaringan
    • Beritajatim.com
    • Visual
    • Sastra
    • Beritajatim.ID
    • Pilar.ID
  • Tentang
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.