Jakarta (beritajatim.com) – Neneng Kurniasih, penjual kue dan baju di Pasar Rebo, Jakarta Timur, berhasil menopang perekonomian keluarganya berkat dukungan dari Holding Ultra Mikro BRI. Awalnya terdampak pandemi Covid-19, usaha Neneng kini kembali bangkit dengan bantuan pinjaman dari program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) dari PT PNM.
Neneng memulai usahanya pada tahun 2012 dengan berjualan kue kering. Seiring berjalannya waktu, ia memutar modalnya untuk berjualan baju secara kredit. Namun, pandemi Covid-19 menghantam usahanya, membuat Neneng kesulitan untuk bangkit kembali.
Pada tahun 2021-2022, Neneng mencoba pinjaman modal dari PNM Mekaar sebesar Rp6 juta. Pinjaman ini dimanfaatkannya untuk memulai kembali usaha jualan baju, dan kemudian juga kembali berjualan kue kering. Produk kue keringnya, seperti Nastar, Sagu Keju, dan Putih Salju, mendapatkan banyak pesanan, terutama melalui WhatsApp.
Neneng juga menjual dimsum yang biasanya dipesan oleh mahasiswa di sekitar tempat usahanya. Untuk baju, Neneng menerapkan sistem kredit dengan tempo sebulan, menjadikan dagangannya cepat laku. Omzet usahanya kini mencapai lebih dari Rp5 juta per bulan.
“Dengan bergabung di PNM Mekaar, saya tak hanya mendapatkan pinjaman modal, tetapi juga bisa memperluas pemasaran dan mendapatkan lebih banyak pelanggan,” ujar Neneng.
PNM Mekaar Bantu Usaha Mikro Tumbuh
Selain modal, Neneng juga mendapat manfaat dari komunitas PNM Mekaar, yang membantu memperluas jaringan pemasaran dan meningkatkan pendapatannya. Neneng merasa bersyukur karena berkat pinjaman ini, ia bisa menyekolahkan anaknya tanpa kendala biaya.
Direktur Bisnis Mikro BRI menegaskan komitmen BRI, PNM, dan Pegadaian dalam mengembangkan ekonomi di tingkat grassroot melalui Holding Ultra Mikro (UMi). Transformasi ekonomi sejati dimulai dari bawah dengan memberdayakan pelaku usaha mikro, yang tidak hanya menjadi agen pertumbuhan ekonomi lokal, tetapi juga berkontribusi dalam pembangunan ekonomi nasional.
Sejak dibentuk pada September 2021, total kredit yang disalurkan kepada pelaku usaha mikro dan ultra mikro per Kuartal I-2024 mencapai Rp622,6 triliun, mencakup 47,6 persen dari total pembiayaan BRI dengan jumlah nasabah 36,8 juta.
“Pemberdayaan tidak cukup hanya dengan memberikan kredit, tetapi juga harus didampingi dan diajari menabung,” tambahnya. (hdl)

