Jakarta (beritajatim.com) – PT Hutama Karya (Persero) dan anak perusahaannya, PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI), telah mengambil langkah maju dalam mendukung pengembangan Usaha Mikro dan Kecil (UMK) dengan meluncurkan Galeri Usaha Mikro dan Kecil serta mesin vending otomatis untuk produk UMK.
Acara peluncuran yang berlangsung di HK Tower, Jakarta, dipimpin oleh Staf Khusus III Menteri BUMN RI, Arya Sinulingga, didampingi Wakil Direktur Utama Hutama Karya, Aloysius Kiik Ro pada hari Selasa (8/5/2024) lalu.
Dalam sambutannya, Staf Khusus III Menteri BUMN, Arya, menegaskan bahwa langkah ini merupakan wujud dari komitmen Hutama Karya dalam menghubungkan kebaikan antara karyawan BUMN dengan UMKM. Ia juga menjelaskan bahwa mesin vending merupakan inisiatif dari Menteri BUMN, Erick Thohir, sebagai respons terhadap permintaan dari UMKM di berbagai daerah yang menginginkan produk mereka dapat dibeli oleh BUMN.
“Program vending machine ini memungkinkan UMKM untuk menjual produk mereka kepada BUMN. Melalui langkah ini, diharapkan BUMN dapat memberikan dukungan kepada UMKM, sesuai dengan visi Pak Erick Thohir. Dengan demikian, hubungan saling mendukung antara BUMN dan UMKM menjadi kunci keberhasilan, dan semoga langkah ini menjadi contoh bagi BUMN lainnya,” ungkap Arya.
Adjib Al Hakim, Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, menjelaskan bahwa kehadiran Galeri UMK di HK Tower merupakan bagian dari inisiatif perusahaan dalam mendukung UMK sebagai salah satu prioritas dalam program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang diberi nama HK Peduli Kreatif.
“Galeri UMK ini bertema ‘Harmony of Nusantara Products’ dan menyediakan 45 jenis produk kerajinan, pakaian, dan makanan ringan yang dapat dibeli melalui vending machine. Inisiatif ini memberikan kesempatan bagi UMK binaan Hutama Karya untuk mempromosikan produk unggulan mereka dan meningkatkan eksposur serta penjualan,” jelas Adjib.
Produk-produk yang dijual melalui Galeri UMK ini berasal dari berbagai UMK binaan Hutama Karya, seperti kerajinan perak dan tembaga dari KUB Karya Usang Sungging, kerajinan kain tenun dari Kain Gebeng Maju Berjaya, pakaian dari Caposia, serta kerajinan sasirangan dan perhiasan batu dari KINNI Store.
Sementara itu, UMK binaan dari HKI juga turut berpartisipasi dengan produk-produk seperti kerajinan ecoprint dari Nauli Ecoprint, batik tulis dari Seroja Widji Batik, dan kerajinan kulit sapi dari Vanilla Leather.
Adjib menambahkan bahwa Galeri UMK ini akan terus menghadirkan produk-produk dari UMK binaan secara bergantian, sehingga semua UMK memiliki kesempatan yang sama untuk memasarkan produk mereka. Selain itu, sistem pembayaran yang terintegrasi dalam e-katalogue memudahkan proses transaksi bagi pembeli.
“Dengan kualitas produk yang baik dan inovatif, kami berharap Galeri UMK ini dapat menarik minat pembeli tidak hanya dari kalangan BUMN tapi juga dari pasar yang lebih luas, baik dalam negeri maupun internasional. Program ini merupakan bentuk dukungan kami terhadap produk-produk lokal Indonesia untuk bersaing di pasar global,” tutup Adjib Al Hakim. (hdl)

