Lampung (beritajatim.id) – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal membuka kegiatan Pelatihan Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Akbar yang digelar PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Lampung di Gedung Pusiban, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Senin (20/4/2026). Kegiatan ini diikuti ratusan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai bagian dari upaya memperkuat daya saing ekonomi daerah.
Pembukaan pelatihan ditandai dengan pemukulan gong oleh Gubernur Lampung di hadapan 220 peserta UMKM serta sejumlah pejabat dan perwakilan instansi terkait. Turut hadir dalam acara tersebut Direktur Bisnis PNM Kindaris, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Lampung yang diwakili Deputi Direktur Pengawasan PEPK LMS Eti Eliyati, Kepala Dinas Komunikasi, Informasi, dan Statistik Provinsi Lampung Ganjar Jationo, EVP Pengembangan Bisnis dan Jasa Manajemen PT PNM Razak Manan Ahmad, serta Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Lampung Evie Fatmawati.
Dalam arahannya, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa UMKM menjadi penopang utama perekonomian Lampung. Ia menyebut perputaran uang di provinsi tersebut sebagian besar digerakkan oleh sektor UMKM, dengan jumlah pelaku usaha yang mencapai hampir setengah juta.
Gubernur juga memaparkan bahwa struktur ekonomi Lampung masih bertumpu pada sektor pertanian, dengan kontribusi sekitar 28 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Lampung yang tercatat mencapai Rp520 triliun. Komoditas seperti padi, jagung, dan singkong disebut masih menjadi kekuatan utama daerah.
Ia menilai stabilitas harga komoditas sepanjang 2025 turut berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi Lampung yang mampu melampaui rata-rata nasional. Kondisi tersebut mendorong peningkatan daya beli masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan, sekaligus membuka peluang lebih besar bagi UMKM untuk berkembang.
Meski demikian, Gubernur mengakui UMKM masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan kemampuan manajerial, akses pemasaran yang belum merata, hingga daya saing produk yang masih perlu ditingkatkan. Menurutnya, sebagian pelaku UMKM masih bergerak sendiri tanpa ekosistem usaha yang kuat.
Karena itu, Pemerintah Provinsi Lampung menaruh perhatian besar pada penguatan kualitas sumber daya manusia pelaku UMKM melalui pelatihan yang relevan dengan perkembangan zaman. Salah satu yang ditekankan adalah pemanfaatan teknologi digital hingga kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk mendukung pengelolaan usaha.
Gubernur juga menyoroti sektor pariwisata sebagai pasar potensial bagi produk UMKM Lampung. Ia menyebut jumlah wisatawan yang datang ke Lampung pada 2025 mencapai sekitar 25 juta orang dengan estimasi perputaran uang sekitar Rp50 triliun. Menurutnya, peluang tersebut harus dimaksimalkan agar produk lokal menjadi pilihan utama wisatawan.
Sementara itu, Direktur Bisnis PNM Kindaris menjelaskan bahwa PKU Akbar tahun ini mengangkat tema “AI untuk UMKM, Lebih Efisien dan Lebih Untung”. Tema tersebut dipilih sebagai strategi mendorong pelaku usaha agar tidak tertinggal dalam transformasi digital.
Kindaris menegaskan PNM tidak hanya fokus pada pembiayaan, tetapi juga membangun kapasitas UMKM melalui tiga pilar utama, yaitu dukungan finansial, intelektual, dan sosial. Menurutnya, pendekatan tersebut penting agar UMKM tidak hanya mendapatkan modal, tetapi juga mampu mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.
Ia memaparkan bahwa dalam lima tahun terakhir PNM telah menyalurkan pembiayaan nasional mencapai Rp346 triliun kepada lebih dari 22 juta nasabah di seluruh Indonesia. Khusus di Lampung, PNM mencatat memiliki sekitar 466.000 nasabah aktif, dengan total penyaluran pembiayaan mencapai Rp17,8 triliun selama lima tahun terakhir.
Untuk tahun 2026, PNM menargetkan penyaluran pembiayaan di Lampung sebesar Rp3 triliun, sekaligus menyelenggarakan 1.796 kegiatan pelatihan bagi sekitar 71.000 nasabah. Kindaris menilai pemanfaatan AI akan membantu UMKM bekerja lebih efisien, mulai dari pencatatan keuangan, pengelolaan stok, hingga strategi promosi yang lebih tepat sasaran.
Melalui pelatihan ini, Pemerintah Provinsi Lampung bersama PNM berharap dapat menciptakan UMKM yang lebih adaptif terhadap perubahan, inovatif dalam mengembangkan produk, serta mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif. Penguatan kapasitas UMKM dinilai akan memberikan dampak luas, mulai dari peningkatan nilai tambah komoditas lokal, penciptaan lapangan kerja, hingga mendorong pertumbuhan ekonomi Lampung yang lebih inklusif dan berkelanjutan. (aga)

