Surabaya (beritajatim.com) – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Jawa Timur (Diskop UKM Jatim) terus berkomitmen meningkatkan daya saing UMKM sebagai penggerak utama ekonomi daerah.
Salah satu langkah strategisnya adalah berkolaborasi dengan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) cabang Sidoarjo melalui workshop bertajuk Tingkatkan Brand Identity UMKM melalui Packaging dan Penggunaan AI.
Workshop yang diadakan di Coworking Space KUKM Gedung Galeri Batik Diskop UKM Jatim ini dihadiri oleh 50 peserta dari anggota IWAPI berbagai daerah di Jawa Timur.
Acara ini bertujuan untuk membekali pelaku UMKM dengan wawasan terkait desain kemasan dan pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) guna meningkatkan daya saing produk.
Ketua IWAPI Sidoarjo, Sofiyah Munir, mendorong Wakil Ketua Umum yang belum merealisasikan program kerja agar segera membuat agenda. Menurutnya, waktu efektif hingga Rapat Kerja Cabang (Rakercab) hanya tersisa 3–4 bulan.
Kemasan: Lebih dari Sekadar Pelindung Produk
Konsultan kemasan dan pemilik Hade Visual, Indri Dwi Lestari, menjelaskan pentingnya desain kemasan yang inovatif dan ramah lingkungan. Kemasan, menurut Indri, harus bisa didaur ulang, minimalis, biodegradable, serta memberikan visualisasi produk secara jelas.
“Fungsi kemasan bukan hanya melindungi produk, tetapi juga sebagai representasi bisnis. Kemasan yang informatif dapat menyampaikan keunggulan produk kepada konsumen,” ujar Indri.
Ia juga menekankan pentingnya mencantumkan sembilan elemen utama pada kemasan, yaitu:
- Nama jenis atau merek dagang.
- Daftar bahan yang digunakan.
- Asal-usul bahan tertentu.
- Logo halal.
- Nama dan alamat produsen/importir.
- Tanggal kedaluwarsa.
- Kode produksi.
- Berat bersih.
- Nomor izin edar (BPOM dan P-IRT).
- Pemanfaatan AI untuk Desain Kemasan
Dalam sesi praktikal, peserta diajak membuat desain kemasan menggunakan aplikasi berbasis AI, Copilot. Indri memberikan panduan langkah demi langkah mulai dari mengunduh aplikasi hingga menulis prompt untuk menghasilkan referensi desain.
Di akhir acara, peserta membentuk kelompok untuk simulasi desain kemasan dan mempresentasikan hasil rancangan mereka.
Workshop ini diharapkan dapat mendorong pelaku UMKM untuk mengadopsi kemasan ramah lingkungan sekaligus memanfaatkan teknologi modern. Dengan demikian, produk UMKM Jawa Timur tidak hanya berdaya saing tinggi, tetapi juga berkontribusi pada pelestarian lingkungan. (hdl)

