Surabaya (pilar.id) – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Provinsi Jawa Timur (Diskop UKM Jatim) telah berhasil menggelar Kompetisi One Pesantren One Product (OPOP) Award Tahun 2023. Acara ini diadakan untuk memperingati Hari Santri tahun 2023 dan Hari Jadi Provinsi Jawa Timur yang ke-78.
Kompetisi OPOP Award merupakan inisiatif Diskop UKM Jatim yang bekerja sama dengan Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur dan didukung oleh Bank Jatim Syariah. Acara ini melibatkan beberapa tahapan, mulai dari sosialisasi, publikasi, penyisihan, dan sebagainya, yang telah dimulai sejak 8 September 2023.
Proses verifikasi lapangan oleh dewan juri berlangsung pada tanggal 11-12 Oktober 2023, dan penentuan juara 1, 2, dan 3 telah dilaksanakan pada Jumat (13/10/2023). Rencananya, pengumuman pemenang akan disiarkan melalui media sosial OPOP dan Diskop UKM Jatim pada hari Sabtu, 14 Oktober 2023.
Kegiatan OPOP AWARD bertujuan memberikan motivasi dan inspirasi kepada pesantren, alumni, dan santri. Tujuannya adalah mendorong pesantren untuk menjadi pelaku usaha yang dapat menciptakan lapangan kerja melalui produk unggulan.
Selain itu, kompetisi ini juga bertujuan memotivasi santri untuk menjadi enterpreneur yang dapat memberikan nilai tambah kepada masyarakat serta mendorong alumni untuk menjadi enterpreneur berbasis sosial yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kepala Diskop UKM Jatim, Andromeda Qomariah, berharap bahwa para peserta tidak hanya dapat memberikan manfaat bagi diri mereka sendiri atau pesantren mereka, tetapi juga bagi masyarakat sekitar. Ia menyatakan, “OPOP AWARD ini juga diselenggarakan dalam rangka memberikan motivasi dan inspirasi bagi pesantren, alumni pesantren, dan juga santri.”
Selain itu, Kadis Andromeda menjelaskan bahwa OPOP AWARD juga merupakan sarana untuk memberikan penghargaan kepada pesantren, santri, dan alumni pesantren yang telah menghasilkan karya terbaik dalam pemberdayaan ekonomi umat, yang selama ini belum banyak diketahui secara luas.
Dalam penilaian dewan juri, terdapat 10 aspek penilaian yang menjadi indikator penilaian, antara lain teknik presentasi, penguasaan materi, aspek kelembagaan, aspek usaha dan produk unggulan, aspek permodalan, aspek pemasaran, kreativitas dan inovasi, analisis SWOT, laporan keuangan, serta kompetensi sumber daya manusia. (hdl)

