Bangka Belitung (beritajatim.id) – Bank Indonesia melalui Kantor Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus mendorong penguatan sektor pariwisata di Belitung seiring dibukanya akses penerbangan internasional langsung menuju daerah tersebut.
Momentum pembukaan rute penerbangan internasional komersial Singapura–Belitung melalui Bandar Udara H.A.S. Hanandjoeddin dinilai menjadi peluang strategis untuk meningkatkan jumlah wisatawan sekaligus memperkuat perputaran ekonomi masyarakat lokal.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rifki Ismail, mengatakan pengembangan sektor pariwisata tidak hanya difokuskan pada destinasi wisata, tetapi juga penguatan UMKM, kualitas sumber daya manusia, hingga kolaborasi lintas sektor.
Menurut Rifki, Bank Indonesia telah menggandeng berbagai pihak mulai dari pemerintah daerah, pengelola desa wisata, pelaku usaha, sektor perhotelan, hingga asosiasi pariwisata untuk membangun ekosistem wisata yang lebih kompetitif dan berkelanjutan.
Salah satu langkah konkret dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) yang digelar pada 19 Mei 2026 dengan melibatkan Dinas Pariwisata, Dinas Koperasi dan UMKM, pelaku usaha, hingga pengelola desa wisata di Belitung.
Forum tersebut membahas strategi penguatan akses pasar produk UMKM melalui integrasi dengan sektor pariwisata seperti hotel, pusat oleh-oleh, desa wisata, dan berbagai destinasi unggulan di Pulau Belitung.
Dalam diskusi tersebut, para peserta juga memetakan tantangan dan peluang pengembangan pariwisata daerah, termasuk penguatan branding destinasi, peningkatan kualitas pelayanan, hingga aspek hospitality dan accessibility bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
FGD itu turut menghasilkan kerja sama antara pelaku UMKM dengan hotel serta pengelola desa wisata setempat untuk memperluas pemasaran produk lokal kepada wisatawan.
Selain penguatan ekosistem usaha, Bank Indonesia juga mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia sektor wisata melalui pelatihan Bahasa Inggris praktis bagi lebih dari 30 pelaku wisata dari sejumlah desa wisata di Kabupaten Belitung.
Pelatihan yang bekerja sama dengan Kampung Inggris Babel tersebut dilaksanakan di kawasan Pantai Tanjung Tinggi pada 20 Mei 2026.
Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan komunikasi pelaku wisata dalam melayani wisatawan asing, terutama setelah dibukanya jalur penerbangan internasional langsung ke Belitung.
Menurut Rifki, peningkatan kemampuan bahasa asing menjadi penting agar pelaku wisata lebih percaya diri dalam menjelaskan destinasi, budaya lokal, hingga produk UMKM kepada wisatawan mancanegara.
Di sisi lain, penguatan sektor pariwisata Belitung juga diperkuat melalui kegiatan budaya daerah. Salah satunya lewat Festival Budaya Napak Sire 2026 yang resmi dibuka di kawasan Pantai Tanjung Pendam.
Festival budaya yang berlangsung selama tiga hari itu diawali penampilan Tari Sekapur Sirih massal yang melibatkan 116 penari dari berbagai sanggar dan sekolah di Belitung.
Kegiatan tersebut juga diramaikan tradisi Nyire Massal yang diikuti sekitar 1.000 peserta dan masuk dalam agenda Karisma Event Nusantara 2026 dari Kementerian Pariwisata.
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani menilai tradisi menyirih merupakan bagian penting dari warisan budaya masyarakat yang harus terus dijaga dan dilestarikan sebagai identitas daerah.
Bank Indonesia menegaskan akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan guna menjadikan pariwisata Belitung sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan di tingkat nasional maupun internasional. (aga)

