Jakarta (beritajatim.com) – Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) sukses membangun 11 Rumah Produksi Bersama (RPB) sepanjang Tahun Anggaran 2022-2023.
Inisiatif ini bertujuan mendukung hilirisasi produk agar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dapat naik kelas. Pembangunan RPB diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM melalui peningkatan nilai tambah produk mereka.
RPB dirancang dengan konsep pabrik berbasis skema maklon, memungkinkan UMKM dan industri dengan komoditas serupa untuk berkolaborasi dalam satu ekosistem bisnis.
Selain itu, RPB juga berperan dalam mendorong UMKM masuk dalam rantai produksi industri, yang saat ini masih minim partisipasi dari UMKM Indonesia dibandingkan negara-negara Asia Tenggara lainnya.
Menurut data, hanya 4,1 persen UMKM Indonesia yang terhubung dengan rantai produksi industri. Sebagai perbandingan, Malaysia telah mencapai 46,2 persen, Thailand 29,6 persen, Vietnam 20,1 persen, dan Filipina 21,4 persen.
RPB juga hadir sebagai solusi atas berbagai kendala yang dihadapi UMKM, mulai dari bahan baku, perizinan, hingga pemasaran. Dengan adanya RPB, UMKM dapat menghindari penjualan barang mentah dan beralih ke produksi yang memiliki nilai tambah lebih tinggi.
Lokasi pembangunan 11 RPB
Tahun Anggaran 2022:
- Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur (biofarmaka)
- Minahasa Selatan, Sulawesi Utara (kelapa)
- Kupang, Nusa Tenggara Timur (sapi)
Tahun Anggaran 2023:
- Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (bambu)
- Pangkajene, Sulawesi Selatan (garam)
- Tanah Laut, Kalimantan Selatan (karet)
- Batu Bara, Sumatera Utara (cabai merah)
- Garut, Jawa Barat (kulit)
- Sukoharjo, Jawa Tengah (rotan)
- Sleman, DIY (susu)
- Jembrana, Bali (kakao)
Langkah ini menjadi bagian dari upaya Kemenkop UKM untuk menciptakan ekosistem yang lebih kuat bagi UMKM, sekaligus memperluas akses mereka ke rantai produksi industri. (hdl)

