Nganjuk (beritajatim.com) – Dalam upaya mempercepat transformasi digital dan mendukung program prioritas daerah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) meluncurkan inovasi Layanan Omah Tandang, atau Rumah Talenta Digital Anjuk Ladang.
Peresmian Layanan Omah Tandang dilakukan oleh Penjabat (Pj) Bupati Nganjuk, Sri Handoko Taruna, di ruang kerja bersama (Coworking Space) gedung Command Center Pemkab Nganjuk pada Jumat (14/6/2024). Acara ini ditandai dengan pemotongan pita oleh Pj. Bupati.
“Terobosan oleh Dinas Kominfo ini sangat positif. Dengan pelatihan dan dukungan konten digital, pemerintah menunjukkan komitmen kuat untuk mendukung masyarakat. Kami berharap layanan ini terus berkembang,” ujar Sri Handoko Taruna, Minggu (16/6/2024).
Slamet Basuki, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Nganjuk, menjelaskan bahwa inovasi Omah Tandang terinspirasi dari program Sibakul Jogja di Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Setelah mengadakan Focus Group Discussion (FGD) pada April 2024, diputuskan untuk membentuk layanan terpadu pemberdayaan UMKM dengan dukungan teknologi digital.
Pada tahap awal, Omah Tandang akan dimanfaatkan oleh talenta digital alumni pelatihan. Kedepannya, ruang kerja bersama ini akan dibuka untuk seluruh masyarakat Nganjuk. Pendaftaran dapat dilakukan melalui website Ngantarbis.nganjukkab.go.id.
Slamet Basuki juga mengungkapkan rencana pengembangan layanan Omah Tandang dalam Perubahan APBD Tahun 2024, termasuk penambahan sarana dan prasarana serta pelatihan keterampilan digital bagi masyarakat. Tahun 2025 dan seterusnya, Dinas Kominfo akan meningkatkan layanan infrastruktur jaringan internet di desa-desa yang masih blankspot, bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.
Dari 16 hingga 22 Mei 2024, Tim Penyelenggara Layanan Omah Tandang telah melatih 60 talenta digital yang kini mahir memproduksi foto, video, deskripsi produk, serta live selling. Fasilitasi perizinan dan sertifikasi juga telah menghasilkan 12 PIRT, 28 NPWP, 28 NIB, 11 akun Tokopedia, 15 akun Shopee, dan 52 katalog produk, dengan total omset mencapai Rp.380.967.500.
Dalam kesempatan ini, Pj. Ketua PKK Kabupaten Nganjuk, Eka Haryati Taruna, berbagi pengalaman suksesnya dalam digital marketing selama pandemi. “Konsistensi adalah kunci dalam berjualan online,” pesannya. (hdl)

