Malang (beritajatim.com) – Wali Kota Malang, Sutiaji, dan Ketua Dekranasda Kota Malang, Widayati Sutiaji, memperkenalkan produk unggulan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kota Malang di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Beijing, Tiongkok.
Ditulis beritajatim.com, Acara ini dilangsungkan pada Kamis (8/7/2023) sebagai upaya untuk memperluas pasar produk UMKM Kota Malang baik di dalam maupun luar negeri.
“Dalam rangka mendorong perkembangan UMKM dan memperluas pangsa pasar, kami memperkenalkan produk-produk Kota Malang ke dunia dengan semangat ‘Dari Malang untuk Indonesia dan Dunia’,” ujar Sutiaji pada Jumat (9/6/2023).
Sutiaji menjelaskan bahwa ini adalah kesempatan yang berharga bagi UMKM Kota Malang untuk memasuki pasar internasional. Langkah ini merupakan awal dari upaya memperkenalkan dan mempromosikan produk-produk Indonesia, terutama yang berasal dari Kota Malang, kepada dunia agar dapat meningkatkan akses pasar UMKM.
Tiongkok, sebagai salah satu mitra dagang terbesar Indonesia, menjadi tujuan strategis dalam memperkenalkan produk-produk UMKM lokal Kota Malang. Beberapa produk unggulan yang diperkenalkan antara lain Kalung Aksesori dari Eva Unique Accessories, Kipas dan Notebook dari D’Sil Handmade, Daster Malangan dari Red Tulip, Marsalia Embroidery, Heny Dasterqu, serta Batik Malangan dari Soendari Batik.
Eva Unique Accessories
Produk unik dan berkualitas dari Eva Unique Accessories telah berhasil menjalin kolaborasi dengan desainer ternama, termasuk Anne Avantie sejak Indonesia Fashion Week 2018. Karya-karya mereka telah merambah pasar internasional seperti Dubai, Rusia, Belanda, dan Afrika melalui pameran dan pemasaran online.
D’Sil Handmade
Perusahaan yang menghasilkan berbagai souvenir, termasuk penutup bantal, tempat tissue, tas, hijab, dan masker kain. Semua produknya dibuat secara handmade dan telah menarik perhatian konsumen dari berbagai wilayah, termasuk ke Kedutaan Besar Negara Asing di Jakarta.
Red Tulip, Marsalia Embroidery, dan Heny Dasterqu
Produsen Daster Malangan dengan keunggulan bordir yang menarik dan bahan katun Jepang berkualitas tinggi. Produk-produk ini juga dibuat dengan teknik handmade embroidery. Ike Vidya, pemilik brand Red Tulip, menjelaskan bahwa selain daster, mereka juga menawarkan taplak meja, sandal, dan tas yang menarik minat konsumen. Dalam pameran APEKSI, produk-produk daster mereka laris terjual hingga sekitar 280 potong. Marsalia Embroidery juga menawarkan daster Malangan dengan bahan katun pilihan dan bordiran di bagian bawahnya.
Soendari Batik
Selain menjual produk batik, Soendari Batik juga menyelenggarakan kursus bagi mereka yang ingin belajar membatik. Lembaga Kursus dan Pelatihan Batik Soendari telah berdiri sejak tahun 2017 dan memberikan layanan kepada UMKM Batik di Kota Malang. Mereka juga membantu dalam proses membatik yang tidak dapat dilakukan oleh UMKM baru, seperti proses pencantingan, penguncian warna, dan pewarnaan.
Dengan memperkenalkan produk UMKM Kota Malang di Beijing, diharapkan dapat membuka peluang baru bagi UMKM untuk menembus pasar internasional dan mengangkat nama Kota Malang sebagai pusat produk unggulan. Pemerintah Kota Malang terus berkomitmen untuk mendukung perkembangan UMKM dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor ekonomi yang kuat. (luc)

