Jakarta (beritajatim.id) – Indonesia Financial Group (IFG) memberikan apresiasi atas kinerja PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) sepanjang 2025 yang dinilai solid baik dari sisi bisnis maupun dampak sosial ekonomi.
Dalam laporan kinerja terbarunya, Jamkrindo mencatatkan volume penjaminan mencapai Rp247,57 triliun. Angka tersebut diikuti dengan jangkauan lebih dari 5,56 juta pelaku UMKM dan koperasi di seluruh Indonesia. Capaian ini mencerminkan kontribusi perusahaan dalam memperluas akses pembiayaan serta mendorong inklusi keuangan nasional.
Sekretaris Perusahaan IFG, Denny S. Adji, menyebut performa tersebut sebagai indikator keberhasilan model bisnis yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga keberlanjutan. Menurutnya, peran Jamkrindo dalam mendampingi UMKM menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing sektor riil.
Dari sisi keuangan, Jamkrindo membukukan laba bersih sebesar Rp1,05 triliun dengan total aset mencapai Rp30,86 triliun. Kinerja ini ditopang oleh pengelolaan risiko yang disiplin di tengah meningkatnya aktivitas penjaminan kredit.
Sekretaris Perusahaan Jamkrindo, Krisna Johan, menegaskan bahwa pihaknya akan terus memperkuat peran strategis perusahaan sejalan dengan arah transformasi IFG sebagai holding. Fokus utama diarahkan pada penguatan ekosistem penjaminan dan pembiayaan nasional, termasuk melalui peningkatan kualitas layanan dan program pemberdayaan.
Selain menjalankan fungsi penjaminan, Jamkrindo juga aktif meningkatkan kapasitas pelaku usaha melalui berbagai program pemberdayaan. Upaya tersebut mencakup perluasan akses pasar, peningkatan kompetensi bisnis, hingga dorongan terhadap inklusivitas bagi kelompok perempuan dan penyandang disabilitas.
Sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), IFG memandang kontribusi Jamkrindo sebagai elemen penting dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional. Peran ini dinilai semakin relevan di tengah kebutuhan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. (aga)

