Wajo (beritajatim.id) – Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong pemberdayaan perempuan melalui penguatan kapasitas dan keterampilan berbasis potensi lokal. Hal tersebut disampaikan saat meninjau kegiatan pelatihan bagi kelompok perempuan dan pelaku UMKM di Gedung PKK, Kabupaten Wajo, Rabu (8/4/2026).
Program ini menjadi bagian dari strategi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam memperkuat ekonomi keluarga sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal. Puluhan peserta mengikuti pelatihan yang berfokus pada pembuatan bosara, wadah sajian khas Bugis yang memiliki nilai budaya sekaligus peluang ekonomi.
Fatmawati menilai perempuan memiliki peran strategis dalam pembangunan, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga. Ia menekankan bahwa sektor UMKM menjadi tulang punggung ekonomi daerah, dengan kontribusi signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi lokal. Data Kementerian Koperasi dan UKM menunjukkan UMKM menyumbang lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto nasional, sehingga penguatan sektor ini dinilai krusial.
Selain peningkatan keterampilan, pemerintah juga mendorong pelaku UMKM perempuan untuk memanfaatkan platform digital guna memperluas akses pasar. Langkah ini dinilai penting agar produk lokal mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.
Dalam kunjungannya, Fatmawati juga menyoroti pentingnya kesadaran lingkungan melalui implementasi Program ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Ia mendorong penguatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat, termasuk pengaktifan bank sampah dan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R) di tingkat desa.
Di sektor kesehatan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengapresiasi capaian Kabupaten Wajo dalam menurunkan angka stunting hingga 20,5 persen, lebih rendah dari rata-rata provinsi. Meski demikian, upaya penanganan stunting dinilai perlu terus diperkuat melalui edukasi gizi dan peningkatan layanan kesehatan.
Fatmawati juga mengingatkan adanya tantangan sosial berupa tingginya angka pernikahan usia dini di wilayah tersebut. Kondisi ini dinilai berpengaruh terhadap indeks pemberdayaan gender dan kualitas sumber daya manusia, sehingga diperlukan sinergi antara pemerintah daerah, PKK, dan masyarakat untuk meningkatkan edukasi serta pendampingan.
Dalam kesempatan tersebut, bantuan peralatan usaha disalurkan secara simbolis kepada peserta, meliputi perlengkapan pembuatan bosara, alat cup sealer, dan cooler box guna mendukung pengembangan usaha berbasis rumah tangga.
Bupati Wajo, Andi Rosman, menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Ia menilai program tersebut tidak hanya meningkatkan keterampilan, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan kearifan lokal.
Usai kegiatan, rombongan melanjutkan kunjungan ke sentra pertenunan sutra di Wajo untuk melihat langsung potensi unggulan daerah. Langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah dalam mengembangkan ekonomi berbasis budaya sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara inklusif. (aga)

