Pasuruan (beritajatim.id) – Opak gambir menjadi salah satu jajanan khas yang selalu hadir saat Hari Raya Idulfitri di Kabupaten Pasuruan. Cita rasanya yang gurih dan renyah menjadikan camilan tradisional ini buruan warga, terutama menjelang Lebaran.
Sentra produksi opak gambir tersebut berada di Dusun Sentul, Desa Winongan Lor, Kecamatan Winongan. Di kawasan ini, hampir seluruh rumah dalam satu RT memproduksi opak gambir sehingga dikenal sebagai Kampung Opak Gambir.
Produksi Meningkat Tajam Saat Ramadan
Salah satu pengrajin senior, Mida Sudiati, telah menekuni usaha opak gambir selama sekitar 25 tahun. Dalam hari biasa, ia memproduksi sekitar 14 hingga 18 kilogram opak gambir siap kirim.
Namun memasuki bulan Ramadan hingga mendekati Idulfitri, lonjakan pesanan tidak terhindarkan. Produksi per hari bisa mencapai 50 kilogram per kepala keluarga. Kenaikan permintaan ini membuat para pengrajin harus menambah tenaga kerja agar pesanan dapat terpenuhi tepat waktu.
Mida menjelaskan, tantangan terbesar saat musim ramai bukan pada bahan baku, melainkan pada ketersediaan tenaga untuk mempercepat proses produksi yang masih dilakukan secara tradisional.
Proses Tradisional dan Cita Rasa Khas
Opak gambir dibuat melalui tahapan yang cukup detail. Bahan baku utama meliputi tepung ketan, tepung tapioka, gula merah, gula putih, dan santan. Seluruh bahan diperoleh dari pasar tradisional di sekitar wilayah Kecamatan Winongan.
Keistimewaan opak gambir dari Dusun Sentul terletak pada cita rasanya. Selain manis dan gurih, produk ini memiliki sentuhan rasa jahe dan keningar yang memberikan aroma khas serta sensasi hangat di lidah. Kombinasi inilah yang membuat opak gambir Winongan Lor memiliki pelanggan tetap dari berbagai daerah.
Potensi UMKM yang Terus Dijaga
Kepala Desa Winongan Lor, Eko Supriyanto, menilai Kampung Opak Gambir sebagai potensi ekonomi desa yang harus dipertahankan dan dikembangkan. Menurutnya, usaha rumahan ini tidak hanya menggerakkan perekonomian warga, tetapi juga menjadi identitas kuliner desa.
Pemerintah desa mendukung pemasaran produk melalui Bumdesma Winongan Lor, yang membantu distribusi dan promosi opak gambir kepada konsumen yang ingin memesan dalam jumlah besar.
Tradisi Lebaran yang Menggerakkan Ekonomi Desa
Fenomena Kampung Opak Gambir menunjukkan bagaimana tradisi Lebaran mampu menjadi penggerak ekonomi lokal. Permintaan tinggi selama Ramadan membuka peluang pendapatan tambahan bagi warga Dusun Sentul.
Selain menjadi camilan khas Idulfitri, opak gambir dari Winongan Lor kini juga mulai dikenal sebagai oleh-oleh khas Kabupaten Pasuruan. Dengan kualitas rasa yang konsisten dan produksi yang terus dijaga, Kampung Opak Gambir berpotensi menjadi ikon UMKM unggulan di wilayah tersebut. (aga)

