Surabaya (beritajatim.id) – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Timur resmi meluncurkan program pendampingan bagi 1.600 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang akan berlangsung selama satu tahun penuh. Program ini menjadi bagian dari komitmen PKS Jatim dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan pelaku usaha lokal.
Peluncuran program tersebut digelar dalam kegiatan Kick Off Launching Program Pendampingan 1.600 UMKM PKS Jawa Timur di Aula DPW PKS Jawa Timur, Sabtu (24/1/2026). Kegiatan ini menandai dimulainya proses pendampingan berkelanjutan yang menyasar UMKM dari seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur.
Ketua Bidang Pembinaan UMKM, Ekonomi Kreatif, dan Koperasi (BOEMKraf) DPW PKS Jawa Timur, Wahyu Hermanto, menyampaikan bahwa total peserta yang terlibat mencapai 1.600 UMKM. Dari jumlah tersebut, sebanyak 150 pelaku UMKM mengikuti kegiatan secara luring di kantor PKS, sementara 1.450 peserta lainnya mengikuti secara daring.
Menurut Wahyu, program pendampingan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan riil pelaku UMKM yang kerap menghadapi keterbatasan dalam pengelolaan usaha. Ia menekankan bahwa banyak UMKM memiliki produk berkualitas, namun belum mampu berkembang secara optimal karena minimnya pendampingan jangka panjang.
Pendampingan yang diberikan tidak bersifat seremonial, melainkan disusun sebagai proses berkelanjutan. Selama satu tahun, peserta akan mendapatkan penguatan mindset kewirausahaan, peningkatan kemampuan manajemen usaha, pencatatan keuangan yang lebih tertata, pengemasan produk yang kompetitif, hingga strategi pemasaran digital.
PKS Jatim menilai UMKM merupakan tulang punggung perekonomian masyarakat yang membutuhkan dukungan konsisten agar mampu bertahan dan berkembang di tengah dinamika ekonomi. Karena itu, pendekatan pendampingan dilakukan secara terstruktur dengan melibatkan mentor-mentor berpengalaman di bidang kewirausahaan.
Melalui program ini, PKS Jawa Timur berharap UMKM binaan dapat meningkatkan kapasitas usaha, memperluas jejaring pemasaran, serta menciptakan peluang kerja baru di daerah. Dengan model pendampingan yang berkelanjutan, UMKM diharapkan tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga tumbuh menjadi pelaku usaha yang mandiri dan berdaya saing.
PKS Jatim optimistis program pendampingan 1.600 UMKM ini dapat melahirkan pelaku usaha yang tangguh dan adaptif, sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi daerah di Jawa Timur, sejalan dengan upaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. (ted)

