Surabaya (beritajatim.id) – Pemerintah Kota Surabaya terus mendorong penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis padat karya melalui pemanfaatan teknologi digital. Upaya tersebut diwujudkan melalui kolaborasi antara Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopumdag) Kota Surabaya dengan Universitas Kristen (UK) Petra serta Singapore University of Technology and Design (SUTD).
Kolaborasi internasional ini difokuskan pada penguatan sistem manajemen dan operasional Koperasi Sumber Mulia Barokah (SMB), koperasi UMKM jahit yang berlokasi di Jalan Tambak Wedi, Surabaya. Sebanyak 60 mahasiswa dari UK Petra dan Singapura terlibat langsung dalam program tersebut dengan melakukan analisis tantangan manajerial koperasi pada Jumat (9/1/2026).
Kepala Dinkopumdag Kota Surabaya, Mia Santi Dewi, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen Pemkot Surabaya untuk mendorong UMKM naik kelas melalui digitalisasi. Koperasi SMB dinilai sebagai salah satu UMKM padat karya unggulan karena berhasil memberdayakan masyarakat kurang mampu dan menunjukkan tren pertumbuhan usaha yang positif.
Menurut Mia Santi Dewi, meskipun koperasi tersebut telah mampu menembus pasar di luar proyek pemerintah, sistem pengelolaan operasional yang masih manual menjadi tantangan tersendiri. Melalui kerja sama dengan UK Petra dan SUTD, koperasi diarahkan untuk mengembangkan aplikasi pengelolaan stok dan pemasaran berbasis digital agar alur produksi dari bahan baku hingga barang jadi dapat tercatat secara sistematis.
Ia menambahkan, Pemkot Surabaya membuka peluang untuk mereplikasi model digitalisasi ini ke UMKM lain apabila prototipe yang dikembangkan terbukti efektif. Digitalisasi dinilai dapat meminimalkan kesalahan pencatatan, kehilangan barang, serta meningkatkan efisiensi pengelolaan usaha.
Dari sisi akademisi, Wakil Dekan II School of Business and Management UK Petra, Vido Iskandar, menyampaikan bahwa program ini dirancang menggunakan pendekatan hackathon. Selama dua hari, mahasiswa dari lintas disiplin, khususnya bisnis dan informatika, ditantang untuk merancang solusi berbasis machine learning dan visualisasi data yang relevan dengan kebutuhan koperasi.
Fokus pengembangan digitalisasi diarahkan pada tiga aspek utama, yakni perbaikan sistem pencatatan internal, perluasan jangkauan pemasaran, serta persiapan pembukaan toko fisik atau stokis pada tahun 2026. Seluruh solusi yang dirancang diharapkan mampu mendukung pengambilan keputusan koperasi berbasis data.
Ketua Koperasi Sumber Mulia Barokah, Ucik Fatimatuzzahro, menyambut positif kolaborasi tersebut. Ia menjelaskan bahwa koperasi yang kini memiliki 111 anggota penjahit itu telah berkembang pesat dalam empat tahun terakhir, dengan ragam produksi yang semakin luas, mulai dari seragam sekolah, pakaian kerja, kaos, hingga busana muslim.
Namun demikian, keterbatasan dalam sistem digitalisasi manajemen dan pemasaran menjadi kendala untuk ekspansi usaha. Ucik berharap adanya sistem basis data terintegrasi yang mampu mencatat kinerja sumber daya manusia, biaya tenaga kerja, serta perhitungan harga pokok penjualan secara lebih akurat, sehingga koperasi siap menembus pasar di luar Pulau Jawa.
Sementara itu, mahasiswa UK Petra yang terlibat dalam program tersebut, Sebastian Yohan Setiadji, menyampaikan bahwa tim mahasiswa tengah merancang sistem manajerial yang mencakup pengelolaan stok dan penetapan harga berbasis data dari pemasok. Tantangan utama dalam proses ini adalah memahami kebutuhan koperasi secara mendalam agar sistem yang dibangun benar-benar aplikatif.
Ia menekankan pentingnya pelatihan lanjutan bagi anggota koperasi setelah prototipe sistem selesai dikembangkan. Dengan pendampingan yang berkelanjutan, digitalisasi diharapkan dapat diterapkan secara optimal dan mendukung efisiensi operasional koperasi dalam jangka panjang. (aga)

