Bandung (beritajatim.id) – Bandung — Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (Diskuk) Jawa Barat menggelar kegiatan Business Matching sebagai bagian dari rangkaian Jabar Rise Expo 2025. Acara yang berlangsung pada 12–14 Desember 2025 tersebut dilaksanakan di Area Parkir 23 Paskal Shopping Center dan mempertemukan 100 pelaku UMKM binaan dengan 40 offtaker atau mitra usaha potensial.
Kegiatan Business Matching ini dirancang sebagai ruang strategis untuk memperkuat koneksi bisnis antara UMKM dan pelaku usaha berskala lebih besar. Melalui pertemuan langsung, pelaku UMKM mendapatkan kesempatan mempresentasikan produk, menjajaki kerja sama, serta memperluas akses pasar secara lebih terarah dan berkelanjutan.
Kepala Bidang Pengembangan Usaha Kecil Diskuk Jabar, Danny Fulton, menyampaikan bahwa kegiatan ini menekankan pentingnya kemitraan lintas sektor dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, kolaborasi antara UMKM, badan usaha, asosiasi, dan pengusaha besar memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jawa Barat.
Business Matching Jabar Rise Expo 2025 juga menghadirkan sejumlah panelis dari kalangan asosiasi bisnis dan perusahaan nasional. Hadir sebagai narasumber antara lain Wakil Ketua Kadin Jawa Barat Bambang Tris Bintoro, Ketua Aprindo Jawa Barat Yudi Hartanto, serta perwakilan GPEI Jawa Barat Rudi Martono. Dari sektor korporasi, turut hadir Purchasing Manager Mr.DIY Indonesia Alvin Rasjid dan Mantisa Febriana dari Sekretariat Fasilitasi CSR Jawa Barat.
Kehadiran para panelis tersebut diharapkan dapat memberikan wawasan langsung kepada pelaku UMKM terkait kebutuhan pasar, standar kualitas produk, hingga strategi untuk menembus jaringan distribusi ritel dan ekspor. Diskusi dan interaksi yang terbangun selama kegiatan menjadi sarana pembelajaran praktis bagi UMKM agar lebih siap bersaing.
Business Matching menjadi salah satu program unggulan Diskuk Jabar dalam mendorong UMKM naik kelas. Dengan mempertemukan produsen dan pembeli secara langsung, kegiatan ini diharapkan mampu menghasilkan kesepakatan bisnis konkret serta memperkuat ekosistem usaha yang inklusif dan berdaya saing di Jawa Barat. (lid)

