Bekasi (beritajatim.id) – Di tengah dinamika ekonomi, PT TASPEN (Persero) terus menunjukkan komitmennya sebagai agen pembangunan melalui dukungan nyata bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah satu kisah sukses lahir dari Mamimu, UMKM mie warna-warni alami asal Kota Bekasi yang kini mampu meraih omzet puluhan juta rupiah per bulan serta memberdayakan belasan warga sekitar.
Perjalanan Mamimu dimulai pada 2018 dari dapur rumah Indri, sang pendiri. Dengan konsep mie sehat tanpa MSG, usahanya sempat terpukul keras akibat pandemi Covid-19. Titik balik terjadi pada 2021, ketika Mamimu mendapat dukungan dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) TASPEN berupa bantuan modal, pendampingan usaha, hingga promosi dan branding.
“Dulu saya hanya bisa berjualan dari bazar ke bazar. Tambahan modal dari TASPEN membuat saya bisa membeli peralatan baru dan akhirnya membuka toko sendiri. Ini adalah lompatan besar,” ujar Indri. “Kini Mamimu berkembang pesat, bahkan saya bisa mempekerjakan warga sekitar seperti ibu rumah tangga dan anak putus sekolah agar mereka ikut merasakan manfaat usaha ini.”
Corporate Secretary TASPEN, Henra, menegaskan bahwa program TJSL berfokus pada penguatan kapasitas ekonomi masyarakat. “UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia. Melalui program TJSL, TASPEN hadir sebagai mitra yang mendorong lahirnya wirausaha tangguh dan berkelanjutan, sehingga manfaatnya dapat memberikan multiplier effect bagi masyarakat sekitar,” jelasnya.
Berbekal inovasi mie sehat dengan warna alami dan topping ayam lada hitam tanpa MSG, Mamimu kini tumbuh menjadi usaha kuliner yang profesional. Selain menjaga kualitas produk, Indri juga berhasil memperluas pasar dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar. Belasan tenaga kerja kini terlibat dalam proses produksi hingga distribusi produk.
Kisah Mamimu hanyalah satu dari 1.367 mitra binaan TASPEN yang tersebar di seluruh Indonesia. Program TJSL tidak hanya mencakup sektor kuliner, tetapi juga kerajinan dan pertanian. Dampaknya terukur, tercermin dari hasil Social Return on Investment (SROI) program TJSL Desa Pangan Sejahtera tahun 2024 yang mencapai Rp700 juta dari investasi lebih dari Rp200 juta.
Inisiatif ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperluas kesempatan kerja dan mendorong pertumbuhan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional. Kisah Mamimu membuktikan bahwa dukungan tepat bagi UMKM mampu melahirkan wirausaha tangguh sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi kerakyatan. (hdl)

