Yogyakarta (beritajatim.id) – PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Foundation sukses menggelar SMEXPO Regional Yogyakarta 2025 di Plaza Ngasem pada 26–28 Oktober. Pameran ini melibatkan 35 UMKM binaan Pertamina dan berhasil mencatat transaksi lebih dari Rp2 miliar, baik dari penjualan ritel maupun business-to-business (B2B).
Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menyebut capaian tersebut bukti bahwa UMKM lokal memiliki daya saing global. “Keterlibatan buyer internasional dari Turki, Prancis, Jepang, Portugal, dan London menunjukkan UMKM binaan Pertamina siap bersaing di pasar ekspor,” ujarnya.
UMKM Raih Kontrak Miliaran Rupiah
Sejumlah pelaku usaha mencatat capaian signifikan.
- Agrominafiber milik Novita mendapat komitmen transaksi Rp600 juta dari buyer asal London untuk kerajinan serat pisang.
- Agro Santara Indonesia milik Rizki Akbar meraih kontrak Rp900 juta untuk produk kayu manis dari pembeli Turki dan Prancis.
- Queen Jamu milik Yuni menjalin kerja sama dengan hotel internasional di Yogyakarta untuk memasok jamu segar senilai Rp25 juta per bulan.
Dukungan Pembinaan Berkelanjutan
President Director Pertamina Foundation, Agus Mashud S. Asngari, menegaskan keberhasilan ini tak lepas dari program pembinaan berkelanjutan, seperti PFpreneur, UMK Academy, hingga Pertapreneur Aggregator. “Kami mendampingi UMKM dari penguatan fondasi usaha hingga kesiapan menembus pasar ekspor,” kata Agus.
Selain transaksi, SMEXPO juga menghadirkan temu bisnis, lomba memasak, layanan sosial, hingga penghargaan top selling UMKM berupa tiket internasional dari Pelita Air.
Gelaran tahunan ini sejalan dengan Asta Cita Pemerintahan Prabowo–Gibran, khususnya dalam mendorong kewirausahaan, industri kreatif, serta perluasan lapangan kerja berkualitas. (hdl)

