Surabaya (beritajatim.id) – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, menegaskan bahwa koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (K-UMKM) yang naik kelas merupakan kunci utama dalam menggerakkan transformasi ekonomi daerah. Hal ini disampaikannya saat membuka KUKM Expo ke-12 Tahun 2025 yang berlangsung di Atrium Royal Plaza Surabaya, Kamis (31/7).
Dalam sambutannya, Adhy menyampaikan bahwa penguatan UMKM bukan sekadar program, tetapi menjadi misi strategis untuk menjadikan Jawa Timur sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional.
“UMKM naik kelas bukan sekadar jargon. Ini adalah misi strategis. Kalau kita ingin menjadikan Jawa Timur sebagai lokomotif pertumbuhan nasional, maka UMKM adalah lokomotifnya,” ujar Adhy.
Adhy menekankan bahwa transformasi digital adalah syarat mutlak agar UMKM bisa bersaing di level nasional hingga global. Ia menyebut Jawa Timur memiliki infrastruktur dan jaringan yang memadai untuk mendorong akselerasi ini.
“Transformasi digital bukan pilihan, tapi keharusan. UMKM harus siap bersaing, dan Jawa Timur punya semua modal untuk mendukungnya,” tegasnya.
Dengan mengangkat tema “Gebyar Bangga Beli Produk Indonesia dan Transformasi Digital UMKM”, expo tahun ini menjadi panggung bagi pelaku UMKM untuk membuktikan diri sebagai sektor yang modern, inovatif, dan kompetitif.
Dukung Produk Lokal, Dorong Ekonomi Rakyat
Adhy mengajak masyarakat untuk menjadikan gerakan Bangga Buatan Indonesia sebagai gaya hidup. Menurutnya, keberpihakan terhadap produk lokal secara langsung mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat.
“Kalau kita bangga pada produk sendiri, maka UMKM bisa jadi lokomotif Jatim sebagai Gerbang Baru Nusantara,” katanya.
Pemprov Jawa Timur juga terus mendorong program peningkatan kualitas UMKM melalui pelatihan SDM, akses pembiayaan, fasilitasi ekspor, dan digitalisasi. Adhy menyebutkan bahwa langkah-langkah ini ditujukan untuk memastikan UMKM tidak hanya bertahan, tetapi mampu naik kelas dan berdaya saing tinggi.
UMKM Penyumbang Terbesar PDRB Jawa Timur
Berdasarkan data terbaru, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada triwulan I tahun 2025 mencapai 5% (yoy) dengan PDRB sebesar Rp819,30 triliun. Lebih dari 60% kontribusi PDRB tersebut berasal dari sektor UMKM.
“UMKM yang kuat akan memperkokoh posisi Jatim sebagai Gerbang Baru Nusantara. Ini bukan slogan, ini arah kebijakan,” tegasnya.
Dalam gelaran tahun ini, Kota Mojokerto tampil sebagai City of Charm dengan mengusung Spirit of Majapahit. Menurut Adhy, kehadiran Mojokerto memperkuat jati diri lokal sebagai elemen penting dalam pengembangan ekonomi kreatif di Jawa Timur.
“Spirit Majapahit bukan nostalgia, tetapi semangat menatap masa depan dengan jati diri lokal,” ujarnya.
Adhy menegaskan bahwa penguatan UMKM tidak bisa dilakukan pemerintah saja. Ia mendorong sinergi antara pemerintah, swasta, akademisi, perbankan, dan masyarakat untuk menciptakan ekosistem UMKM yang berkelanjutan.
“Kalau UMKM ingin tumbuh, kita semua harus ikut mendorong dari berbagai sisi. Mulai dari pasar, modal, pendampingan, hingga teknologi,” jelasnya.
Mengakhiri sambutannya, Adhy optimistis bahwa KUKM Expo 2025 bisa menjadi titik awal bagi lahirnya pelaku UMKM tangguh yang mampu menjangkau pasar global.
“Mari kita buktikan bahwa dari Jawa Timur, produk lokal bisa menginspirasi dunia,” pungkasnya. (hdl)

