Jakarta (beritajatim.com) – Sekretaris Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Tri Hastuti, menekankan pentingnya adaptasi teknologi bagi perempuan pelaku usaha di era digital.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi dapat meningkatkan kesejahteraan perempuan dan membantu UMKM berkembang lebih pesat.
“Kemampuan beradaptasi dengan teknologi menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan kesejahteraan perempuan sebagai pelaku usaha,” ujar Tri dalam acara JICA NGO Networking di Jakarta.
Acara bertajuk “NGO’s Networking Building Bridges: Fostering Collaboration between Japanese and Indonesian NGO’s” ini diselenggarakan oleh Japan International Cooperation Agency (JICA) untuk memperkuat kerja sama antara NGO Jepang dan Indonesia.
Dukungan ‘Aisyiyah untuk UMKM Perempuan
Melalui Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan (MEK), ‘Aisyiyah telah berkolaborasi dengan JICA dan Kopernik dalam program pendampingan bagi 24 UMKM perempuan pada periode 2019-2023.
Tri menyoroti bahwa UMKM merupakan tulang punggung ekonomi Indonesia, dengan 64,5 persen di antaranya dikelola oleh perempuan. Meski begitu, masih banyak tantangan yang dihadapi, seperti:
- Permodalan
- Kurangnya keterampilan bisnis
- Minimnya kepercayaan diri
- Adaptasi teknologi
- Pemasaran produk
- Beban ganda dalam keluarga
Program Pemberdayaan UMKM Perempuan
Sebagai bentuk dukungan, ‘Aisyiyah telah menjalankan berbagai program pemberdayaan ekonomi, di antaranya:
- Koperasi ‘Aisyiyah – Saat ini mengelola 475 koperasi.
- Bina Usaha Ekonomi Keluarga ‘Aisyiyah (BUEKA) – Memiliki 3.235 unit usaha.
- Sekolah Wirausaha ‘Aisyiyah (SWA) – Telah menghasilkan 3.194 alumni dari 39 titik dan 3.060 alumni dari 41 kelas online.
Dalam kerja sama dengan JICA dan Kopernik, pelatihan difokuskan pada pemasaran online, pengemasan produk, fotografi produk, serta manajemen usaha.
Sinergi untuk UMKM Perempuan yang Lebih Maju
Tri menegaskan bahwa kolaborasi dengan JICA dan Kopernik selaras dengan program kerja ‘Aisyiyah untuk meningkatkan kemandirian ekonomi perempuan.
“Pendampingan intensif ini juga dapat membantu pemerintah Indonesia dalam mendukung kemandirian ekonomi perempuan,” pungkasnya.
Dengan komitmen ini, ‘Aisyiyah berharap semakin banyak UMKM perempuan yang naik kelas, mampu bersaing di pasar digital, dan berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. (hdl)

