Blitar (beritajatim.com) – Berawal dari hobi, Wiwik Narwati, seorang ibu rumah tangga asal Kelurahan Kepanjenkidul, Kota Blitar, berhasil mengubah keterampilannya dalam merajut menjadi bisnis yang menjanjikan.
Selama sembilan tahun menekuni dunia rajut, Wiwik kini memiliki galeri sendiri yang menampilkan berbagai hasil karyanya, menarik minat pelanggan baik dari dalam maupun luar daerah.
Galeri yang terletak di ruang tamu rumahnya ini memiliki konsep vintage, dengan lemari display yang dipenuhi produk rajutan unik.
Tidak hanya mengandalkan toko fisik, Wiwik juga aktif memasarkan produknya melalui media sosial dan marketplace. Dengan bantuan sang anak, bisnis rajutannya mampu meraup keuntungan hingga jutaan rupiah setiap bulan.
Menariknya, kecintaan Wiwik terhadap rajut turut diwariskan kepada salah satu anaknya, yang kini mulai mengembangkan keterampilan membuat boneka dan bunga rajut dengan teknik amigurumi.
Dalam sehari, Wiwik mampu menyelesaikan dua hingga tiga model kerajinan rajut, tergantung tingkat kesulitannya.
Produk-produk rajutan yang ia tawarkan pun cukup terjangkau, mulai dari Rp 10.000 hingga ratusan ribu rupiah.
Selain itu, ia juga menjual berbagai jenis benang rajut seperti wol, cotton, polycherry, polyester, dan rayon dengan harga mulai dari Rp 4.000 hingga Rp 22.000.
“Dulu saya membuat sarung bantal dari kain perca dengan berbagai warna. Selain itu, saya juga membuat cover tisu. Apalagi setelah menikah, saya hanya diminta di rumah saja, hingga akhirnya memiliki banyak waktu luang untuk mengembangkan hobi rajut,” ungkap Wiwik melalui laman resmi Pemerintah Kota Blitar, Selasa (25/2/2025).
Bagi warga Kota Blitar yang tertarik belajar merajut atau sekadar ingin melihat koleksi hasil karya Wiwik, dapat langsung mengunjungi galerinya di Jl. Srigading 45, Kelurahan Kepanjenkidul, Kota Blitar.
Wiwik dengan senang hati berbagi ilmu dan pengalaman kepada siapa saja yang ingin menekuni seni rajut.
Dengan strategi pemasaran yang tepat dan kualitas produk yang baik, usaha rajutan Wiwik Narwati semakin berkembang dan membuka peluang bisnis kreatif bagi masyarakat sekitar. (hdl)

